Properti Saya

Properti syariah tanpa bank

Properti syariah tanpa bank


Bagi para pelaku bisnis properti konvesnsional, model jenis pembiayaan properti syariah tanpa bank belum banyak diminati, disebabkan pada beberapa sektor bisnis properti pada umumnya masih banyak mengandalkan peran perbankan sebagai mitra atau penopang dalam menjalankan roda bisnis Properti. 


Pada beberapa pelaku bisnis properti, umumnya juga banyak mendapatkan kemudahan dari pihak perbankan untuk mengembangkan bisnisnya yaitu berupa pinjaman dana sebagai modal sekaligus untuk keperluan bekerjasama dalam proses pembiayaan pembelian rumah dan properti kepada calon pembelinya yang memerlukan fasilitas KPR. 

Ciri khas properti syariah tanpa bank 


Pada konsep properti syariah yang dibangun dan dipasarkan justru memiliki sistem yang berbeda dengan sistem konvensional, dengan skema pembiayaan tanpa riba, tanpa bank, tanpa denda, tanpa sita dan dengan akad yang jelas sesuai syariah islam, menjadi ciri khas bagi bisnis properti syariah dalam sistem yang dianutnya. 

Mencicil properti syariah bisa Tanpa bank 


Pada skema properti syariah tanpa bank, proses akad kredit mudah tanpa harus memberikan syarat yang sulit serta proses yang memakan waktu lama, tidak harus menunggu beberapa proses awalan yang rumit seperti, mengumpulkan data-data nasabah dan tidak sedikit dari calon nasabah setelah lama menunggu ternyata proses tersebut dibatalkan atau ditolak karena tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak bank sebagai pemberi fasilitas kredit. 

Proses pengajuan pembiayaan properti syariah tanpa bank


Dalam prosesnya pembiayaan jenis properti syariah garis besarnya adalah sebagia berikut:

  • Tidak ada proses BI checking. biasanya dalam pola KPR yang difasilitasi oleh bank BI checking atau cek track record buyer terhadap berbagai transaksi yang pernah dilakukan yang berhubungan dengan perbankan adalah sebagai proses kualifikasi yang harus dilalui nasabah untuk menuju proses kpr berikutnya, dalam properti syariah ditiadakan.
  • Proses pembayaran angsuran diserahkan langsung kepada pihak developer dan jika terjadi keterlambatan dalam mencicil tidak dikenakan denda.
  • Dalam skema properti syariah, akad jual beli dilakukan hanya oleh dua belah pihak yaitu pembeli dan developer yang disaksikan dan dilegalisasikan oleh seorang notaris yang terpercaya 

Properti syariah selain tanpa bank juga tanpa Riba

Riba dalam sistem bisnis syariah itu memang sangat tidak dianjurkan dan dalam hukum islam ada banyak sistem pembiayaan yang lebih menguntungkan kedua belah pihak antara penjual sekaligus sebagai pemberi fasilitas pembiayaan dan pembeli seperti:

  • Cicilan bersifat flat artinya tetap pada setiap bulannya sampai dengan masa pelunasan, tanpa dipengaruhi oleh berbagai kondisi perekonomian yang jika dalam konsep perbankan akan mempengaruhi suku bunga bank yang imbasnya mempengaruhi besaran cicilan yang bersifat fluktuatif.
  • Dalam sistem properti syariah pembiayaan terbagi dua cara yaitu: cash atau credit keduanya memiliki harga transaksi yang jelas jumlah. Walaupun antara harga jual cash dengan kredit sedikit berbeda, dan dalam syariat islam menjual sebuah produk dengan 2 cara pembayaran dengan harga yang berbeda diperbolehkan. 

Tanpa Denda termasuk motto properti syariah


Denda yang dianggap lumrah bagi sebagian besar masyarakat modern saat ini justru menjadi ganjalan bagi pelaku bisnis yang mengalami problem dalam menghadapi kesulitan pembayaran cicilan, karena semakin lama menunggak pembayaran angsuran maka bunga akan terus bertambah, disatu sisi pihak pemberi fasilitas pembiayaan sangat diuntungkan, pada sisi lain penerima fasilitas kredit harus membayar lebih banyak dari seharusnya. Coba perhatikan poin-poin pada sistem properti syariah tanpa bank:

  • Keterlambatan membayar cicilan tidak dikenakan denda, fihak developer akan memberikan peringatan kepada buyer untuk menyelesaikan pembayaran tepat waktu atau di rafel pada bulan berikutnya. jika dalam 3 bulan berturut-turut tidak dapat membayar cicilan maka developer akan memberikan peringatan dan mempertanyakan kepada buyer apakah masih sanggup untuk melanjutkan cicilan atau tidak.
  • Ketika setelah 3 bulan berturut-turut buyer tidak dapat melanjutkan pembayaran cicilan properti tidak akan disita, karena ada kesepakatan antara buyer dan developer, dalam properti syariah walaupun status propertinya masih kredit tapi untuk kepemilikannya adalah milik buyer, dikarenakan buyer belum lunas dalam proses mencicilnya maka buyer dinyatakan masih memiliki hutang kepada pihak developer, dalam hal ini biasanya developer menyarankan untuk menjualnya agar hasil penjualan properti tersebut dapat melunasi sisa cicilan dan jika ada sisa setelah membayar sisa cicilan maka sisa hasil penjualan properti tersebut seutuhnya akan dimiliki oleh buyer.
  • Jika ingin melunasi angsuran sebelum waktunya tidak akan dikenakan pinalty dan tidak dikenakan biaya pengurusan roya seperti yang ada dalam aturan perbankan. karena dalam properti syariah walaupun proses pembiayaannya kredit akan tetapi proses akadnya seperti pembayaran cash, sehingga tidak ada roya atau penghapusan hak tanggungan yang diurus kekantor BPN lagi. 

Akad jual beli properti syariah Sangat Jelas


Setelah calon pembeli menentukan pilihan propetinya sesuai kriteria yang dibutuhkan walaupun masih dalam tahap konsep dan rumah yang masih inden, pembeli dan developer melakukan kesepakatan pembiayaan secara transparan seperti penjelasan dibawah ini:

  • Akad yang diberlakukan antar pembeli dan penjual adalah menggunakan akad ishtisna, yaitu akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu. dengan cara pembayaran yang dapat dilakukan diawal secara cash atau kredit
  • Setelah calon pembeli melunasi uang muka yang besarannya telah disepakati maka, transaksi jual beli bisa dilaksanakan dengan melibatkan pihak pembeli, developer dan pihak notaris untuk melakukan legalisasi akad jual beli properti. 


Pada properti syariah tanpa bank sertipikat yang terdapat pada objek property tidak diagunkan kepihak manapun, karena sertipikat telah include dalam sebuah properti yang telah ditransaksikan sedangkan dalam aturan syariah islam barang yang sedang dalam ikatan proses jual beli tidak boleh diagunkan. 

Syarat sah untuk mendapatkan pembiayaan properti syariah 


Apakah ada syarat jaminan bagi buyer? bisa ada dan bisa juga tidak ada, kenapa begitu? ada beberapa alasan developer tertentu untuk meminta jamin bisa itu berupa sertipikat rumah yang lain yang dimiliki oleh pembeli, atau bahkan bisa juga logam mulia, atau aset lain yang sesuai dengan kesepakatan antara pembeli dan developer, bahkan pada beberapa developer juga tidak memberlakukan keharusan untuk meminta jaminan, akan tetapi dimungkinkan dengan kesepakatan lain yang lebih fair sesuai dengan kemampuan pembeli.

Satu objek properti syariah dengan dua pilihan harga transaksi 


Harga cash lebih kecil dari pada harga kredit, dalam islam memang diperbolehkan menjual barang dengan dua harga yang berlainan yaitu harga cash dan harga kredit. calon pembeli tinggal pilih saja mau transaksi dengan harga cash atau kredit maka harga yg telah dipilihlah yang menjadi acun akad properti syariah, karena dalam properti syariah acuannya hanya satu kesepakatan jual beli yaitu jual beli dengan harga cash atau jual beli dengan harga kredit. 

Pembiayaan properti syariah rumah inden 


Dalam properti syariah tanpa bank penjualan rumah memang masih tahap indent dan hanya memperlihatkan konsep perumahan serta siteplan bahkan ketika buyer ingin survey pun, developer hanya akan menunjukan lahan yang akan didirikan perumahan kepada buyer dengan menunjukan posisi-posisi kaveling yang dipilihnya. dan pilihan kriteria properti tertentu dengan spesufikasi properti syariah yang telah disepakati bersama.

Pembangunan projek properti syariah 12 sampai 24 bulan 


Untuk proses lama pembangunan biasanya developer properti syariah akan menyelesaikan pembangunan properti rumah maksimal 24 bulan karena waktu ini adalah waktu yang tidak terlalu lama untuk konsep properti syariah. akan tetapi lagi-lagi ada juga beberapa developer yang memberikan ketentuan dengan lama pembangunan minimal 12 bulan tergantung dari kebijakan masing-masing tanpa mencederai perjanjian dan kesepakatan bersama yang memberlakukan transaksi secara syariah. 

Pembangunan dan legalitas properti syariah lebih terjamin 


Dalam properti syariah buyer selalu dilindungi hak-haknya termasuk perjanjian penyelesaian lamanya pembangunan, dan penyelesaian pembiayaan yang menguntungkan buyer, karena kesepakatan yang ada dan terdapat dalam akad jual beli rumah properti syariah sudah dilakukan diawal transaksi yaitu dimana akad akan dilakukan setelah pelunasan DP pembelian rumah. dan setelah akad, semua legalitas seperti sertipikat dan lain-lain sudah sah atas nama buyer.

Baca juga mengapa banyak orang memiliki Alasan memilih bisnis properti

No comments :

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan relevan