Properti Saya

Masih ragu dengan pembiayaan properti syariah?

pembiayaan properti syariah


Beberapa waktu lalu ada seorang calon pembeli rumah pada salah satu perumahan syariah di jogjakarta yang merasa puas dan merasa lebih diuntungkan dengan membeli rumah dengan skema pembiayaan properti syariah, yang sebelumnya telah mengetahui dengan baik bagaimana proses pembelian rumah secara KPR beserta tahapan-tahapannya.



Kesepakatan pembiayaan properti syariah 


Singkat cerita pembeli tersebut membuat kesepakatan jual beli dengan developer perumahan syariah, harga jual yang disepakati adalah untuk harga jual dengan cara kredit sebesar 500 juta, dengan kondisi rumah yang belum terbangun dan masih dalam kondisi kaveling, kesepakatan jual belinya adalah mencicil selama kurang lebih 10 tahun. 

Pembayaran uang muka dan cicilan properti syariah 


Skema pembiayaan properti syariah nya adalah pembeli dan developer menyepakati pembayaran Uang muka untuk pembelian rumah sebesar 90 juta yang dicicil oleh pembeli selama 6 bulan, setelah uang muka lunas dalam jangka waktu 6 bulan tersebut lalu developer membangun rumah yang telah disepakati yaitu kurang lebih selama 6 bulan.

Berita acara serah terima properti syariah 


Setelah 6 bulan masa penyelesaian pembangunan rumah, pihak developer melakukan berita acara serah terima rumah kepada pembeli. Dalam hal ini si pembeli sudah dapat menerima rumah dan menempatinya dalam waktu 1 tahun terhitung sejak dilakukannya perjanjian jual beli dengan pihak developer.

Rumah ditempati dengan kepemilikan nama pembeli dalam sertipikat 


Coba perhatikan! pembeli yang menggunakan skema pembiayaan properti syariah, baru saja 1 tahun sudah dapat memiliki dan menempati rumah dengan status kepemilikan yang sah atas nama pembeli langsung. Jika dilihat dari perjanjian jual belinya, berarti si pembeli masih ada sisa kewajiban kepada developer yaitu berupa cicilan selama 9 tahun kedepan.

Kesanggupan pembeli untuk menyelesaikan cicilan rumah 


Yang jadi pertanyaan banyak orang, Bagaimana Jika pembeli tersebut tidak sanggup lagi mencicil rumah yang telah dia miliki selama 1 tahun lebih dengan legalitas yang sah atas nama pembeli itu sendiri? lalu bagaimana nasib developer jika pembeli benar-benar mengalami wanprestasi yang tidak dapat melanjutkan angsuran rumah hingga selesai? pertanyaan inilah yang sering ditunggu-tunggu para praktisi properti syariah.

Kredit macet dalam skema pembiayaan properti syariah 


Mungkin ada dibenak anda pertanyaan bagaimana ketika terjadi kredit macet, apakah yang harus dilakukan pembeli dan developer? berikut beberapa pertanyaan yang pernah terangkum dalam beberapa realitas dilapangan, bagaimana jika:
  • Pembeli sudah berjalan 1 tahun tidak dapat melanjutkan lagi angsuran rumah sampai selesai? 
  • Rumah mendapat musibah kebakaran siapa yang menanggung karena tidak ada sistem asuransi kebakaran seperti pada sistem konvensional dalam pembiayaan properti syariah? 
  • Salah satu suami atau istri yang mengajukan kredit mendapat musibah seperti meninggal dunia, dan istri atau suami tidak dapat melanjutkan? karena dalam pembiayaan properti syariah tidak ada asuransi jiwa? 
  • Itu semua terjadi siapa yang menanggung? 
Jika terjadi masalah-masalah diatas dalam hal ini pihak pembeli yang mencicil rumah dengan angsuran selama 10 tahun dan hanya dapat 1 tahun menyelesaikannya maka, pihak pembeli hanya menanggung resiko 1 tahun, sedangkan pihak developer menanggung resiko hingga 9 tahun. untung mana? pembeli atau developer? silahkan di telaah sendiri.

Kredit macet dalam skema pembiayaan KPR 


Bagaimana jika kasus ini terjadi dengan menggunakan skema KPR bank? sebagian orang sudah faham dalam perhitungan KPR secara umum, yang belum sama sekali mengetahui hitungan KPR, anda bisa mencari informasi mengenai simulasi kpr, setelah itu anda bisa melanjutkan bacaan anda kebawah. Ketentuan umum pembiayaan properti syariah

Dalam skema pembiayaan properti syariah pada umumnya menggunakan aturan jual beli rumah yang sama. Pada saat pembeli memesan rumah, aturan yang diterapkan adalah:

  • Tanda tangan akad istisna. Dalam proses ini pembeli tidak dikenakan biaya-biaya yang berhubungan dengan proses mencicil rumah, kalau dalam perbankan ada yang namanya biaya KPR yang dibayarkan diawal sebelum dilakukannya akad kredit.
  • Jika masuk tahap mencicil dan pada waktu-waktu tertentu terdapat keterlambatan saat mencicil, tidak dikenakan bunga sama sekali karena tidak ada bunga dalam skema pembiayaan properti syariah. keterlambatan angsuran maksimal 3 bulan berturut-turut mendapatkan peringatan dari pihak developer.
  • Jika pembeli akan melunasi rumah sebelum pada waktunya dalam sistem syariah sama sekali tidak akan dikenakan pinalty seperti yang diberlakukan pada sistem konvensional.
  • Jika Pembeli sudah tidak sanggup untuk meneruskan angsuran rumah developer bersama pembeli akan menjual rumah tersebut sesuai dengan harga pasaran.
  • Jika harga jual rumah melebihi dari harga yang seharusnya dicicil, maka kelebihannya akan dikembalikan kepada pembeli. 
Dari penjelasan point-point diatas pembeli sangat diuntungkan, harga rumah 500 juta mencicil hanya 1 tahun dengan asumsi telah membayar uang muka sebesar 90 juta selama 6 bulan dan ditambah cicilan rumah selama 6 bulan sekitar 21 juta an sehingga keseluruhan uang yang telah diserah kan kepihak developer baru berjumlah 111 juta an.

Untung yang diraih oleh pembeli properti syariah 


Jika dalam proses penjualan rumah tersebut terjual seharga 550 juta maka, pihak developer akan memotong sisa angsuran untuk masa 9 tahun yang belum selesai dengan jumlah sekitar 410 juta an dan sisanya sekitar 140 juta an akan dikembalikan kepada pembeli, untung bukan? begitulah sistem pembiayaan properti syariah memberlakukan aturan pada kedua belah pihak, agar masing-masing mendapatkan kebaikan dan saling memberi manfaat dalam bisnis properti.

Demikianlah konsep dari skema properti syariah tanpa bank, Jadi bagaimana menurut anda? masih mau menggunakan skema KPR atau sudah faham dengan maksud skema pembiayaan properti syariah dan ingin segera mencari investasi produk properti syariah untuk bertransaksi sesuai dengan syariat islam yang lebih menguntungkan, jelas dan transparan.

Untuk nominal-nominal diatas hanya gambaran saja untuk nilai tepatnya silahkan dihitung sendiri Dan untuk mengetahui produk perumahan yang sedang promo lihat rumah witanaharja pamulang

No comments :

Post a Comment

Silahkan berkomentar secara bijak dan relevan